Yayasan Puri Kauhan Ubud  gelar Festival Sastra Saraswati Sewana 2024 

Yayasan Puri Kauhan Ubud kembali menggelar Festival Sastra Saraswati Sewana 2024 yang berlangsung di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Pada pelaksanaan tahun ini, festival tersebut rencananya akan dibuka secara resmi pada Sabtu, 20 Juli 2024 mendatang.

Update: 2024-07-08 19:21 GMT
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - Yayasan Puri Kauhan Ubud kembali menggelar Festival Sastra Saraswati Sewana 2024 yang berlangsung di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Pada pelaksanaan tahun ini, festival tersebut rencananya akan dibuka secara resmi pada Sabtu, 20 Juli 2024 mendatang.

Pada Festival Sastra Saraswati Sewana 2021 mengambil tema Pemarisuddha Gering Agung untuk merespons datangnya Pandemi Covid-19 yang menimbulkan dampak kemanusiaan yang dahsyat. 

Kemudian pada Festival Sastra Saraswati Sewana 2022 mengambil tema Toya Uriping Bhuwana, Usadhaning Sangaskara (Air Sumber Kehidupan, Penyembuh Peradaban, yang tujuannya membangun kesadaran tentang pentingnya konservasi air, secara sekala dan niskala, untuk keberlangsungan kehidupan, dengan menggunakan pendekatan Nyegara-Gunung. 

Selanjutnya pada Festival Sastra Saraswati Sewana 2023 mengambil tema Wariga Usadha Siddhi (Jalan Sastra untuk Membumikan Sistem Perhitungan Waktu dan Keunggulan Ilmu Pengobatan Bali).

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto dijadwalkan akan datang sekaligus membuka secara resmi Festival Sastra Saraswati Sewana 2024.

"Kami sudah dapat konfirm (konfirmasi)  Pak Menko Polhukam (Hadi Tjahjanto) akan hadir dan membuka festival sastra Saraswati Sewana 2024 di Ubud pada Sabtu, 20 Juli 2023," kata Anak Agung Gde Ngurah (AAGN) Ari Dwipayana selaku Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, Minggu (7/7). 

Penyelenggaraan Festival Sastra Saraswati Sewana 2024 bertujuan menggali nilai-nilai dan ajaran kepemimpinan Bali yang tercatat dalam berbagai manuskrip dan sumber-sumber lisan warisan para leluhur.

Berikutnya mengkaji relevansi nilai-nilai dan ajaran kepemimpinan Bali dalam konteks ke konteks kekinian. Selanjutnya mengadaptasi dan merevitalisasi nilai-nilai dan ajaran kepemimpinan Bali sebagai tongkat dan panduan etik bagi para pemimpin terpilih. Kemudian juga melestarikan nilai-nilai dan ajaran kepemimpinan Bali pada generasi muda, khususnya milenial dan gen Z.

Ari Dwipayana yang juga merupakan Koordinator Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bidang politik dalam kesempatan ini menjelaskan Festival Sastra Saraswati Sewana tahun ini mengambil tema Niti Raja Sasana, tongkat sastra kepemimpinan negeri.

Menurutnya, Bali memiliki lontar-lontar yang bertema kepemimpinan yang diwarisi Ida Betharia Kawitan antara lain Adigama, Purwadigama, Dewa Banda, Kakawin Ramayana, dan Bhagawan Kamandaka.

Lontar-lontar yang berkenaan dengan kepemimpinan banyak yang berjudul Niti, misalkan Niti Praja, Nitisastra, Rajaniti, Niti Raja Sesana dan Dharma Sesana.

"Selain Nitisastra, ajaran kepemimpinan yang umum diketahui adalah ajaran yang bersumber dari Kakawin Ramayana bernama Asta Brata," tegasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Senin (8/7). 

Kemudian para pemimpin di Bali selalu menggunakan sumber-sumber sastra sebagai pedoman dalam memanajemen kerajaannya, bahkan sejak masa lampau.

Selain itu selama Festival Sastra Saraswati Sewana 2024 juga merupakan momentum penggalian nilai-nilai dan ajaran kepemimpinan dalam berbagai manuskrip Hindu dan Buddha yang menghadirkan narasumber atau pembicara yaitu Ida Pedanda Gede Putra Batuaji, Ida Pedanda Gede Putra Bun dan Biksu Santacitto.

Festival ini juga akan diisi dengan pengumuman pemenang Kompetisi Film Animasi yang mengambil tema kepemimpinan yang diikuti apresiasi dari pemimpin organisasi kepemudaan di Bali dan Djelantik, Senin, 22 Juli 2024.

Kemudian pada forum Niti Raja Gocara, masih sharing session dari tokoh-tokoh Bali yang saat ini mengemban posisi di tingkat nasional, serta pada Selasa, 23 Juli 2024 dengan menggelar acara Talkshow tentang Keris dan Wastra Puri. 

Ia mengatakan, diharapkan nantinya akan semakin tumbuh, program dan kegiatan dari berbagai pihak untuk ikut serta membumikan ajaran kepemimpinan di Bali.

"Nantinya menjadi tongkat sastra bagi para pemimpin dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Bali, masyarakat Nusantara dan Masyarakat Dunia," jelasnya. 

Sementara itu Yayasan Puri Kauhan Ubud juga akan memberikan penghargaan pada para tokoh yang dianggap memiliki kontribusi besar pada pengembangan nilai dan ajaran kepemimpinan di Bali kepada lima orang tokoh yang dianggap telah banyak berjasa, terutama dalam ilmu pengetahuan. 

Kelima tokoh atau perwakilan yang akan menerima penghargaan tersebut masing-masing adalah Ida Pedanda Made Sidemen, Ida Pedanda Ngurah, Ida Cokorda Mantuk Ring Rana, Ida Tjokorda Gde Ngoerah dan Prof.Dr. Ida Bagus Mantra.

Tags:    

Similar News